Sabtu, Maret 13, 2010

Ma'af! Blog ini untuk sementara non aktif...

sumber gambar : www.takver.com

MA'AF!
BLOG INI SEMENTARA NON AKTIF

Kamis, Januari 22, 2009

HTML Dasar

Apa itu HTML?

HTML adalah singkatan dari Hyper Text Markup Language, HTML tidak tergolong kedalam sebuah bahasa pemrograman, HTML lebih dikenal sebagai bahasa markup yang terdiri dari serangkaian tag markup yang mampu menggambarkan sebuah halaman web.

HTML Markup Tag
HTML Markup Tag biasa disebut tag HTML adalah kata kunci yang diapit oleh sudut kurung seperti <HTML>, tag HTML biasanya berpasangan seperti <b> dan </b>, tag <b> disebut tag awal/pembuka dan </b> adalah tag akhir/penutup cirinya ditambahkan tanda garis miring.

Dokumen HTML - Halaman Web
Dokumen HTML berisi serangkaian tag HTML kemudian diterjemahkan oleh web browser (internet explorer, mozilla firefox, dll.) untuk selanjutnya ditampilkan dalam bentuk halaman web, artinya apabila dokumen HTML sudah dibuka oleh web browser tidak lagi tampil tag-tag htmlnya melainkan sudah sebagai halaman web. Perhatikan gambar dibawah ini:
Dokumen HTML:








setelah dijalankan menggunakan web browser menjadi:

Wilujeng Sumping

Selamat datang kawan!

ini dokumen html pertama ku.


Persiapan Membuat Dokumen HTML
Untuk membuat dokumen HTML yang harus disiapkan adalah aplikasi editor teks seperti
notepad, gedit, bluefish, atau lebih lengkapnya klik disini dan aplikasi penjelajah web seperti internet explorer, mozilla firefox, atau lebih lengkapnya klik disini.


Senin, Januari 19, 2009

Latihan Contoh Data Flow

Tugas XI RPL
Hari, tanggal : Senin, 19 Januari 2009
Jam ke : 5 s.d. 8
----------------------------------------
Buatlah contoh DFD, Bisnis Proses, dan ERD dibawah ini menggunakan aplikasi Diagram Editor.
1. Data Flow Diagram


2. Bisnis Proses


3. ER Diagram

Selasa, Januari 06, 2009

Nilai Software Kelompok 1 PSG SMK Al-Mufti

1 MOHAMAD WAHYUDIN [9,25]
2 ANI FATIMAH [8,50]
3 WAWAN DEA FADILLAH [8,25]
4 BAKHTIAR MUKHLIS [7,50]
5 IYAN HUSEN SOPIYAN [6,75]
6 MAULANA ALHABSIH [6,50]
7 TRI SUBEKTI [5,75]
8 NIA KUSNIAWATI [5,25]
9 RINRIN RATNASARI [5,00]
10 WULAN SARI [4,75]
11 ROSTINI [4,50]
12 SITI RAHAYU [4,25]
13 MIRAWATI [4,00]
14 SISKA FEBRIYANTI [3,25]

Senin, November 24, 2008

Handsheet MySQL

1.Membuka console mysql
$mysql -u(username) -p(password)
2.Membuat database baru
$Create Database KESISWAAN; // Query OK, 1 row affected <0.00>
3.Menampilkan seluruh database
$Show databases;
4.Menggunakan database KESISWAAN
$Use KESISWAAN; // Database changed
5.Membuat table BIODATA, REF_JURUSAN, ORANGTUA

Create table biodata
(
Nis varchar(8) primary key not null,
Nama varchar(25) not null,
Jen_kel enum(‘L’,’P’),
Tmp_lahir varchar(25),
Tgl_lahir date,
Alamat varchar(50),
Agama varchar(25),
Tingkat char(1),
Kode_jur varchar(3),
Kelas varchar(5)
);

Create table ref_jurusan
(
Id int(4) primary key auto_increment,
Kode_jur varchar(3) not null,
Jurusan varchar(25) not null
);

Create table orangtua
(
Nis char(8) primary key not null,
Nama varchar(25) not null,
Umur char(3),
Pekerjaan varchar(25),
Penghasilan int(9)
);

6.Menampilkan seluruh table
Show tables;
7.Menampilkan struktur table
Describe biodata; / desc ref_jurusan; / desc orangtua;
8.Mengganti nama table
Alter table orangtua rename ortu;
9.Mengganti nama field
Alter table ortu change umur usia char(3);
10.Mengubah struktur table
Alter table biodata modify nama varchar(30);
11.Menambah field
Alter table ortu add status varchar(10);
12.Menghapus field
Alter table ortu drop status;
13.Mengisi/menambahkan isi table
Tabel BIODATA


Insert into biodata
(nis,nama,jen_kel,tmp_lahir,tgl_lahir,alamat,agama,tingkat,kode_jur,kelas)
values
(‘07081001’,’Daris’,’L’,’Subang’,’1992-12-20’,’Jl. Otista Subang’,’Islam’,’1’,’RPL’,’1RPL’),
(‘07081002’,’Shafwan’,’L’,’Subang’,’1990-11-21’,’Jl. Soeprapto Subang’,’Islam’,’3’,’RPL’,’3RPL’),
Dst…
;


Insert into ref_jurusan
(kode_jur,jurusan)
values
(‘RPL’,’Rekayasa Perangkat Lunak’),
(‘TKJ’,’Teknik Komputer Jaringan’);


Insert into orangtua
(nis,nama,umur,pekerjaan,penghasilan)
values
(‘07081001’,’Fuad,’50’,’Petani’,800000),
(‘07081002’,’Basri,’45’,’PNS’,1200000),
Dst…
;

14.Mengedit isi tabel
Update ortu set usia = ‘49’ where nama = ‘Fuad’ // Mengganti usia dari record yg mempunyai nama Fuad
15.Menampilkan seluruh isi table;
Select * from biodata; / select * from ref_jurusan; / select * from ortu;
16.Menampilkan urutan seluruh isi table
select * from biodata order by nama asc; // ascending = a-z
select * from biodata order by nama desc; // descending = z-a
17.Menampilkan sebagaian field
Select nis,nama,kelas from biodata;
18.Menampilkan record tertentu
Select * from biodata where jen_kel = ‘L’ // Menampilkan siswa laki-laki saja
Select * from biodata where alamat like ‘%kalijati’; // Menampilkan siswa yg beralamat tertentu
Select nis,nama from biodata where nama regexp ‘^a’ // Menampilkan nama siswa berawalan huruf a
Select nis,nama from biodata where nama regexp ‘^[a-h]’ // Menampilkan nama siswa berawalan huruf dari a – h
Select nis,nama from biodata where nama regexp ‘a$’ // Menampilkan nama siswa yang berakhiran hufuf a
19.Menampilkan jumlah record tertentu
Select count(jen_kel) as jml from biodata where jen_kel = ‘P’; // Menampilkan jumlah siswa perempuan
Select tingkat, count(tingkat) as jml from biodata group by tingkat; // menampilkan jumlah siswa pertingkat
20.Menampilkan data statistik
Select max(penghasilan) as penghasilan_tertinggi from ortu; // menampilkan penghasilan tertinggi
Select min(penghasilan) as penghasilan_terendah from ortu; // menampilkan penghasilan terendah
Select avg(penghasilan) as penghasilan_rata from ortu; // menampilkan penghasilan rata-rata
21.Menampilkan data relasi antar tabel
Select a.nis, a.nama, b.nama, b.pekerjaan from biodata as a inner join ortu as b on a.nis = b.nis;
Select a.nis, a.nama, a.kelas, b.nama as nama_ortu, b.penghasilan from biodata as a inner join ortu as b on a.nis = b.nis where b.penghasilan >= 1000000;
22.Menghapus sebagian isi tabel / record
Delete from biodata where nis = ‘07081007’; // Menghapus record yang mempunyai nis terentu
23.Menghapus seluruh isi tabel
Delete from ref_jurusan; // Menghapus seluruh record
24.Menghapus table
Drop table ref_jurusan; // Menghapus table ref_jurusan
25.Menghapus database
Drop database dbkesiswaan; // Menghapus database dbkesiswaan
26.Melakukan backup database
Bin> mysqldump dbkesiswaan > backup_dbkesiswaan.sql
27.Melakukan restore database
Bin> mysql dbkesiswaan <>

Jumat, Oktober 24, 2008

Bahasa Basisdata

Pengertian
Bahasa Basisdata adalah bahasa yang digunakan pada saat melakukan pendefinisian dan manipulasi data dalam sebuah sistem basisdata. Pada mulanya bahasa basisdata dibatasi dengan tidak menyertakan perintah komputasi seperti bahasa pemrograman, namun sesuai dengan perkembangannya beberapa vendor mulai memikirkan pentingnya perintah komputasi dimasukan dalam bahasa basisdata sebagai contoh Microsoft n Sybase dengan Transact-SQL nya dan Oracle dengan PL/SQL. Bahasa basisdata biasanya bisa diintegrasikan ke bahasa pemrograman lain, seperti PHP, Java, atau bahasa pemrograman yang lainnya yang mendukung sistem basisdata.

Komponen
Sesuai dengan fungsinya, bahasa basisdata terbagi menjadi tiga komponen utama, yaitu: DDL (Data Definition Language), DML (Data Manipulation Language), dan DCL (Data Control Language).

DDL (Data Definition Language)
DDL mempunyai fungsi melakukan spesifikasi skema atau struktur basisdata. Pendefinisian yang dilakukannya antara lain melakukan pembuatan (create), pengubahan (alter), dan penghapusan (drop) struktur database.
DML (Data Manipulation Language)
DML mempunyai fungsi melakukan operasi manipulasi basisdata. DML juga sering disebut dengan bahasa query yaitu pernyataan berupa permintaan yang diajukan kepada basisdata dengan tujuan untuk memperoleh informasi. Namun manipulasi bukan berarti sepenuhnya query, bahasa query adalah bagian dari kemampuan manipulasi sistem basisdata disamping INSERT, UPDATE, dan DELETE.
DCL (Data Control language)
DCL merupakan subbahasa yang berfungsi memberikan jaminan hak akses hanya pemakai-pemakai otentik tertentu yang memiliki otorisasi mengakses basisadta yang diijinkan, ataupun hanya diijinkan untuk mengakses informasi yang telah dispesifikasi tersedia untuknya. Biasanya DCL dinyatakan dalam bentuk GRANT dan REVOKE.

-o0o-

Sejarah Basisdata

Pada awal tahun 1960, Charles Bachman di perusahaan General Electric mendesain generasi pertama DBMS yang disebut Penyimpanan Data Terintegrasi (Integrated Data Store). Dasar untuk model data jaringan terbentuk lalu distandarisasi oleh Conference on Data System Languages (CODASYL). Kemudian, Bachman menerima CM Turing Award (penghargaan semacam nobel pada ilmu komputer) tahun 1973.
Pada akhir tahun 1960-an, IBM mengembangkan sistem manajemen informasi (Information Management System). Hasil kerjasama antara IBM dengan perusahaan penerbangan Amerika mengembangkan sistem SABRE. Sistem SABRE memungkinkan user mengakses data yang sama pada jaringan komputer.
Pada tahun 1970, Edgar Codd di laboratorium penelitian di San Jose mengusulkan suatu representasi data baru yang disebut model data relasional.
Pada tahun 1980, model relasional menjadi paradigma DBMS paling dominan. Bahasa query SQL dikembangkan untuk basisdata relasional sebagai bagian proyek Sistem R dari IBM. SQL distandarisasi di akhir tahun 1980 dan SQL-92 diadopsi oleh American National Standards Institute (ANSI) dan International Standards Organization (ISO). Program yang digunakan untuk eksekusi bersamaan dalam basisdata disebut transaksi.
Pada tahun 1999, James Gray memenangkan Turing Award untuk kontribusinya pada manajemen transaksi dalam DBMS.
Pada akhir tahun 1980 dan permulaan tahun 1990, banyak bidang sistem basisdata dikembangkan. Penelitian di bidang basisdata meliputi bahasa query yang powerful, model data lengkap, dan penekanan pada dukungan analisis data yang kompleks, sistem diperluas dengan kemampuan menyimpan tipe data baru misalnya image dan text serta kemampuan query yang kompleks.

Sumber:
Simarmata, Janner dan Imam Paryudi, "Basis Data", Andi, Yogyakarta : 2005

-o0o-

Keunggulan dan Kelemahan DBMS

Keunggulan:
  1. Pengendalian terhadap redudansi
  2. Konsistensi data
  3. Informasi yang lebih banyak yang dapat dibentuk dari data tersimpan yang sama
  4. Pemakaian bersama
  5. Peningkatan integritas
  6. Pemaksaan terhadap standar
  7. Skala ekonomi
  8. Penyeimbangan kebutuhan-kebutuhan sumber daya yang terbatas
  9. Peningkatan pengaksesan dan daya tanggap
  10. Peningkatan produktifitas
  11. Peningkatan pemeliharaan lewat ketidakbergantungan
  12. Peningkatan konkurensi
  13. Peningkatan layanan backup dan pemulihan data
Kelemahan:
  1. Kompleksitas yang tinggi
  2. Ukuran perangkat lunak yang besar
  3. Ongkos pengadaan, operasi dan perawatan, konversi dari sistem lama ke sistem baru
  4. Kinerja yang rendah bila tidak mampu menggunakan dengan optimal
  5. Dampak yang tinggi bila terjadi kegagalan
Sumber:
Hariyanto, Bambang, "Sistem Manajemen Basisdata", Informatika, Bandung : 2004


-o0o-

Sistem Manajemen Basisdata (DBMS)

Pengertian
Sistem Manajemen Basisdata atau DBMS (Database Management System) adalah perangkat lunak untuk mendefinisikan, menciptakan, mengelola dan mengendalikan pengaksesan basisdata. DBMS adalah kumpulan data yang saling berhubungan dan kumpulan program untuk mengakses data.

Tujuan Utama
DBMS bertujuan untuk menyediakan lingkungan yang nyaman dan efisien untuk penyimpanan dan pengambilan data dari basisdata. Sistem manajemen basisdata berperan memberi abstraksi data tingkat tinggi ke pemakai yang dirancang untuk membantu pengelolaan dan pemakaian koleksi data yang besar.

Tujuan Lainnya

  1. Menghindari redudansi dan inkonsistensi data;
  2. Menghindari kesulitan pengaksesan data;
  3. Menghindari isolasi data;
  4. Menghindari terjadinya anomali pengaksesan konkuren;
  5. Menghindari masalah-masalah keamanan; dan
  6. Menghindari masalah-masalah integritas.
Sebuah aplikasi mengirimkan pesan permintaan (request/query) ke DBMS, pesan tersebut dapat berupa operasi-operasi dasar sebagai berikut:
  1. Menambah informasi (operasi C - Create)
  2. Mengekstrak informasi (operasi R - Read)
  3. Memodifikasi data (operasi U - Update)
  4. Menghapus data (operasi D - Delete)
Keempat operasi dasar tersebut dapat kita sebut CRUD ini merupakan tugas pokok dari DBMS.

Sumber:
Hariyanto, Bambang, "Sistem Manajemen Basisdata", Informatika, Bandung : 2004
Simarmata, Janner dan Imam Paryudi, "Basis Data", Andi, Yogyakarta : 2005

-o0o-

Pengertian Basisdata

Beberapa pengertian basisdata menurut para ahli adalah sebagai berikut:
Stephens dan Plew (2000), adalah mekanisme yang digunakan untuk menyimpan informasi atau data. Informasi adalah sesuatu yang kita gunakan sehari-hari untuk berbagai alasan. Dengan basisdata, pengguna dapat menyimpan data secara terorganisasi. Setelah data disimpan, informasi harus mudah diambil. Kriteria dapat digunakan untuk mengambil informasi. Cara data disimpan dalam basis data menentukan seberapa mudah mencari informasi berdasarkan banyak kriteria. Data pun harus mudah ditambahkan ke dalam basisdata, dimodifikasi, dan dihapus.
Silberschatz, dkk. (2002), mendefinisikan basisdata sebagai kumpulan data berisi informasi yang sesuai untuk sebuah perusahaan.
Ramakrishnan dan Gehrke (2003), menyatakan basisdata sebagai kumpulan data, umumnya mendeskripsikan aktivitas satu organisasi atau lebih yang berhubungan.
McLeod, dkk. (2001), adalah kumpulan seluruh sumber daya berbasis komputer milik organisasi.
Bambang Hariyanto (2004), adalah kumpulan data (elementer) yang secara logik berkaitan dalam merepresentasikan fenomena/fakta secara terstruktur dalam domain tertentu untuk mendukung aplikasi pada sistem tertentu. Basisdata adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang merefleksikan fakta-fakta yang terdapat di organisasi. Basisdata mendeskripsikan state organisasi/perusahaan/sistem. Saat satu kejadian muncul di dunia nyata mengubah state organisasi/perusahaan/sistem maka satu perubahan pun harus dilakukan terhadap data yang disimpan di basisdata. Basisdata merupakan komponen utama sistem informasi karena semua informasi untuk pengambilan keputusan berasal dari data di basisdata. Pengelolaan basisdata yang buruk dapat mengakibatkan ketidaktersediaan data penting yang digunakan untuk menghasilkan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan.


Sumber:
Hariyanto, Bambang, "Sistem Manajemen Basisdata", Informatika, Bandung : 2004
Simarmata, Janner dan Imam Paryudi, "Basis Data", Andi, Yogyakarta : 2005

-o0o-

Jumat, September 19, 2008

Contoh Analisis Sistem (Joke)

Pertanyaan: Berikan Analisis Sistem Pengusir Nyamuk!
umi:
"(1)Membuat gambar ibu nyamuk yang lebih besar dan wajahnya sangat seram, agar nyamuk tidak jadi mengigit karena takut ama ibunya; (2)Pukul dengan pemukul baseball; (3)Razia SIM (baca: Surat Izin Mengigit)"
an:
"(1)Didepan pintu tuliskan "dilarang masuk, karena penghuni keluarga drakula, sang penghisap darah"; (2)Bakar kain yg banyak, supaya nyamuk batuk2 alergi asap"
nn:
"(1)Bakar sarangnya; (2) Beri poster dipuntu "Kamar Bercicak!!; (3) Pasang papan peringatan"Stok Darah Sudah Habis".
uzumaki:
"(1)Pasang gambar nyamuk dengan membawa peralatan perang ditempel didepan pintu, supaya nyamuknya takut; (2)Luluri tubuh kita dengan masker kotoran k***; (3)Pasang foto N**** pasti takuuutt"
nov:
"(1)Tempelkan kertas bertuliskan "Darahku rendah jadi aku mohon jangan ambil lagi darahku.. pliizzz"; (2)Pasang papan pengumuman "Maaf saat ini yang punya rumah sedang sibuk jadi jangan diganggu"
Soe:
"(1)Kumpulkan batu battery bekas trus lemparkan pada nyamuk, sekalian melatih konsentrasi; (2)Kumpulkan cicak2 didinding; (3)Pakai baju baja supaya nyamuk ga bisa nyuntik kita; (4)Siapkan gunting, tangkap nyamuknya trus gunting mulutnya"
las:
"(1)Beternak laba-laba, memanfaatkan jaringnya sebagai perangkap nyamuk; (2)Pasang kaca pembesar disetiap sudut rumah, sehingga nyamuk akan merasa takut melihat dirinya, seolah-olah ada nyamuk lain yang lebih besar"




Konsep Dasar Sistem Pakar

Konsep dasar sistem pakar mencakup beberapa persoalan mendasar, antara lain siapa yang disebut pakar, apa yang dimaksud dengan keahlian, bagaimana keahlian dapat ditransfer, dan bagaimana sistem bekerja.

Pakar adalah orang yang memiliki pengetahuan, penilaian, pengalaman, metode khusus, serta kemampuan untuk menerapkan bakat ini dalam memberi nasihat dan memecahkan masalah. Pakar biasa memiliki beberapa konsep umum. Pertama, harus mampu memecahkan persoalan dan mencapai tingkat performa yang secara signifikan ebih baik dari orang kebanyakan. Kedua, pakar adalah relatif. Pakar pada satu waktu atau satu wilayah mungkin tidak menjadi pakar di waktu atau wilayah lain. Misalnya, mahasiswa kedokteran mungkin disebut pakar dalam penyakit dibanding petugas administrasi, tetapi bukan pakar di rumah sakit terkemuka.

Biasanya pakar manusia mampu melakukan hal berikut : Mengenali dan merumuskan persoalan, Memecahkan persoalan dengan cepat dan tepat, Menjelaskan solusi tersebut, Belajar dari pengalaman, Menyusun ulang pengetahuan, Membagi-bagi aturan jika diperlukan, Menetapkan relevansi Keahlian adalah pengetahuan ekstensif yang spesifik terhadap tugas yang dimiliki pakar.

Keahlian sering dicapai dari pelatihan, membaca, dan mempraktikkan. Keahlian mencakup pengetahuan eksplisit, misalnya teori yang dipelajari dari buku teks atau kelas, dan pengetahuan implisit yang diperoleh dari pengalaman. Pengembangan sistem pakar dibagi menjadi dua generasi. Kebanyakan sistem pakar generasi pertama menggunakan aturan jika-maka untuk merepresentasikan dan menyimpan pengetahuannya. Sistem pakar generasi kedua jauh lebih fleksibel dalam mengadopsi banyak representasi pengetahuan dan metode pertimbangan.

Pengalihan keahlian dari para ahli ke media elektronik seperti komputer untuk kemudian dialihkan lagi pada orang yang bukan ahli, merupakan tujuan utama dari sistem pakar. Proses ini membutuhkan 4 aktivitas yaitu: tambahan pengetahuan (dari para ahli atau sumber-sumber lainnya), representasi pengetahuan (ke komputer), inferensi pengetahuan, dan pengalihan pengetahuan ke user. Pengetahuan yang disimpan di komputer disebut sebagai basis pengetahuan, yaitu: fakta dan prosedur (biasanya berupa aturan). Salah satu fitur yang harus dimiliki oleh sistem pakar adalah kemampuan untuk menalar. Jika keahlian-keahlian sudah tersimpan sebagai basis pengetahuan dan tersedia program yang mampu mengakses basis data, maka komputer harus dapat diprogram untuk membuat inferensi. Proses inferensi ini dikemas dalam bentuk motor inferensi (inference engine). Dan setiap sub sistem mempunyai sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi sistem tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

Terdapat beberapa alasan bagi suatu perusahaan untuk mengadopsi sistem pakar. Pertama, pakar di suatu perusahaan/instansi bisa pensiun, keluar, atau telah meninggal. Kedua, pengetahuan perlu didokumentasikan atau dianalisis. Ketiga, pendidikan dan pelatihan adalah hal penting tetapi merupakan tugas yang sulit. Sistem pakar memungkinkan pengetahuan ditransfer lebih mudah dengan biaya lebih rendah.

Kelebihan Sistem Pakar

  1. Orang awam bisa menggunakannya
  2. Melestarikan keahlian seorang pakar
  3. Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya
  4. Kemampuan dalam mengakses pengetahuan
  5. Bisa berkerja dalam informasi yang tidak lengkap
  6. Media pelengkap dalam penelitian
  7. Menghemat waktu dalam mengambil suatu ke putusan
  8. Proses secara otomatis
  9. Keahlian sama dengan seorang pakar
  10. Produktifitas
Kekurangan Sistem Pakar
  1. Biaya yang sangat mahal membuat dan memeliharanya
  2. Sulit di kembangkan karena keterbatasan keahlian dan ketersediaan pakar
  3. Sistem pakar tidak 100% bernilai benar

Rabu, September 17, 2008

Congratulation..!


Selamat Bagi Anda Yang Sudah Mengikuti MidSemesterTest
Analisis dan Perancangan Sistem

Sabtu, September 13, 2008

Simbol DFD

Berikut ini adalah perbedaan simbol DFD yang digunakan oleh beberapa orang ahli perancangan sistem.


Kamus Data

Kamus data berfungsi membantu pelaku sistem untuk mengartikan aplikasi secara detail dan mengorganisasi semua elemen data yang digunakan secara detail dan mengorganisasi semua elemen data yang digunakan dalam sistem secara persis sehingga pemakai dan penganalisis sistem mempunyai dasar pengertian yang sama tentang masukan, keluaran, penyimpanan dan proses.

Kamus data sering disebut juga dengan sistem data dictionary adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dengan menggunakan kamus data, analisis sistem adapat mendefinisikan data yang mengalir di sistem dengan lengkap. Pada tahap analisis, kamus data digunakan sebagai alat komunikasi antara analisis sistem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir dari sistem, yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem.

Pada tahap perancangan sistem, kamus data digunakan untuk merancang input, merancang laporan-laporan dan database.

sumber:
Al-Bahra Bin Ladjamudin, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Graha Ilmu

Simpanan Data (Data Store)

Simpanan data merupakan tempat penyimpanan data pengikat data yang ada dalam sistem. Data store dapat disimbolkan dengan sepasang dua garis sejajar atau dua garis dengan salah satu sisi samping terbuka. Proses dapat mengambil data dari atau memberikan data ke database.

Pedoman Pemberian Nama Data Store
  • Nama harus mencerminkan data store tersebut.
  • Bila namanya lebih dari satu kata maka harus diberi tanda sambung.
sumber:
Al-Bahra Bin Ladjamudin, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Graha Ilmu

Jumat, September 12, 2008

Proses (Process)

Proses merupakan apa yang dikerjakan oleh sistem. Proses dapat mengolah data atau aliran data masuk menjadi aliran data keluar. Proses berfungsi menstransformasikan satu atau beberapa data masukan menjadi satu atau beberapa data keluaran sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Setiap proses memiliki satu atau beberapa masukan serta menghasilkan satu atau beberapa data keluaran. Proses sering pula disebut bubble.

Pedoman Pemberian Nama Proses
  • Nama proses terdiri dari kata kerja dan kata benda yang mencerminkan fungsi proses tersebut, misalnya Hitung Bonus, Pendataan Karyawan, Cetak Faktur, dan lain-lain.
  • Jangan menggunakan kata proses sebagai bagian dari nama suatu proses.
  • Tidak boleh ada beberapa proses yang memiliki nama yang sama.
  • Proses harus diberi nomor. Urutan nomor sedapat mungkin mengikuti aliran atau urutan proses, namun demikian urutan nomor tidak berarti secara mutlak merupakan urutan proses secara kronologis.
  • Penomoran proses pada tingkat pertama (Diagram Nol) adalah 1.0, 2.0, 3.0, dan seterusnya.
sumber:
Al-Bahra Bin Ladjamudin, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Graha Ilmu

Arus Data (Data Flow)

Arus data merupakan tempat mengalirnya informasi dan digambarkan dengan garis yang menghubungkan komponen dari sistem. Arus data ditunjukkan dengan arah panah dan garis diberi nama atas arus data yang mengalir. Arus data ini mengalir diantara proses, data store dan menunjukkan arus data dari data yang berupa masukan untuk sistem atau hasil proses sistem.

Pedoman Pemberian Nama Aliran Data
  • Nama aliran data yang terdiri beberapa aliran kata dihubungkan dengan garis sambung.
  • Tidak boleh ada aliran data yang namanya sama, dan pemberian nama harus mencerminkan isinya.
  • Aliran data yang terdiri dari beberapa elemen dapat dinyatakan dengan grup elemen.
  • Hindari penggunaan kata "data" dan "informasi" untuk memberi nama pada aliran data.
  • Sedapat mungkin nama aliran data ditulis lengkap.
Ketentuan lain:
  • Nama aliran data yang masuk ke dalam suatu proses tidak boleh sama dengan nama aliran data yang keluar dari proses tersebut.
  • Data flow yang masuk ke atau keluar dari data store tidak perlu diberi nama bila aliran data sederhana dan mudah dipahami serta aliran data menggambarkan seluruh data item (satu record utuh).
  • Tidak boleh ada aliran data dari terminal ke data store atau sebaliknya karena terminal bukan bagian dari sistem hubungan terminal dengan data store harus melalui proses.
sumber:
Al-Bahra Bin Ladjamudin, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Graha Ilmu

Kamis, September 11, 2008

Kesatuan Luar (External Entity)

Sesuatu yang berada diluar sistem, tetapi ia memberikan data kedalam sistem atau memberikan data dari sistem, disimbolkan dengan suatu kotak notasi. External entity tidak termasuk bagian dari sistem. Bila sistem informasi dirancang untuk satu bagian (departemen) maka bagian lain yang masih terkait menjadi external entity.

Pedoman pemberian nama kesatuan luar
  • Nama terminal berupa kata benda
  • Terminal tidak boleh memiliki nama yang sama kecuali memang objeknya sama (digambarkan dua kali, dimaksudkan untuk membuat diagram lebih jelas). Bila demikian, maka terminal ini perlu diberi garis miring pada pojok kiri atas.
sumber:
Al-Bahra Bin Ladjamudin, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Graha Ilmu

Balancing dalam DFD

Aliran data yang masuk kedalam dan keluar dari suatu proses harus sama dengan aliran data yang masuk kedalam dan keluar dari rincian proses pada level/tingkatan di bawahnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada DFD yang memiliki lebih dari satu level sebagai berikut:
  • Harus terdapat keseimbangan input dan output antara satu level dan level berikutnya.
  • Keseimbangan antara level 0 dan level 1 dilihat pada input/output dari aliran data ke atau dari terminal pada level 0 sedangkan keseimbangan antara level 1 dan level 2 dilihat pada input/output dari aliran data ke/dari proses yang bersangkutan.
  • Nama aliran data, data store dan terminal pada setiap level harus sama, apabila objeknya sama.
  • Ada sumber buku yang menyatakan terminal tidak perlu digambarkan pada level 1, 2 dan seterusnya namun untuk memperjelas diagram, maka sebaiknya terminal tetap digambarkan pada level 1, 2 dan seterusnya.
sumber:
Al-Bahra Bin Ladjamudin, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Graha Ilmu

 


Selamat Datang! Terima kasih anda telah berkunjung ke blog ini, secara umum blog ini berisi tentang materi pembelajaran siswa SMK mata diklat Produktif Rekayasa Perangkat Lunak. Terdapat sebagian ataupun seluruh isi posting adalah kutipan, hal ini ditujukan untuk proses pembelajaran semata. Terima kasih.